3 JENIS MANUSIA - Part 3
Apabila kita sudah bertahun-tahun menjadi orang Kristen, tetapi orang lain tidak merasakan Kristus ada dalam diri kita, kekristenan kita perlu dipertanyakan. Mengapa orang disekitar anda tidak merasakannya? Sudahkah anda menjadi orang Kristen rohani? Bukan hanya manusia agamawi.
- Manusia Rohani (Hembusan Angin) Secara jasmani, kita melihat ada banyak orang dan bahkan hamba-hamba Tuhan atau jemaat yang rajin setiap minggu datang ke gereja dan mengikuti kegiatan gereja, rajin melayani, namun hal ini bukan sebuah ukuran bahwa ia disebut manusia rohani.
Roma 8 : 4 - 17 \"......sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging, mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh \" Seseorang yang sudah menjadi manusia rohani akan memiliki pikiran rohani, memiliki pikiran Allah, dan hidup oleh Roh Allah.
Waktu seseorang menerima Yesus secara pribadi, ia memiliki Roh Kudus dan menerima air, darah dan Roh. Untuk menjadi manusia rohani, kita tidak bisa melakukannya dengan kekuatan manusia. Roh Kudus lah yang memampukan kita
\".....supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan \" (1 Petrus 1 : 4) Roma 8 : 2a mengatakan \".....Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus \" Mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh yaitu : pikiran Kristus, menjadi manusia rohani. Yohanes 20 : 22 mengatakan, \"....Ia menghembusi mereka dan berkata : \"Terimalah Roh Kudus\".
Ketika orang menerima Yesus, ia akan menerima Roh Kudus. Ia menerima air, darah, dan Roh sehingga ia mengalami pembersihan, penyucian, dan pengudusan. Kita memiliki buah Roh Kudus yang mengandung 9 rasa. Pertama : KASIH : memiliki kasih Allah, persahabatan, kekeluargaan, bapa kepada anak, kasih terhadap diri sendiri. Kedua : SUKACITA : sukacita berbeda dengan bergembira.
Sukacita adalah suatu keadaan atau suasana suka yang tidak berdasarkan keadaan di luar hati atau hasil yang kita punyai.
Sukacita adalah suatu tindakan suka yang di dasarkan pada hati yang penuh kasih. Rasul Paulus mengatakan, Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan bersukacitalah (Filipi 4 : 4).
Paulus berkata agar kita bersukacita dalam segala waktu dan keadaan. Yohanes 16:24 mengatakan, \"Kalau kita belum mendapat sukacita, kita hendaknya meminta kepada Bapa dalam nama Yesus, supaya penuhlah sukacita kita\". Ketiga : DAMAI SEJAHTERA. Dalam Yohanes 14 : 27 Yesus berkata, \"Damai Sejahtera Ku tinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu, Ku berikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu\".
Ketenangan hati dan pikiran memiliki pengaruh terhadap tindakan kita. Damai sejahtera adalah suatu keadaan hati yang paling tinggi dan aman yang hanya diperoleh dalam Tuhan Yesus Kristus yang adalah sumber damai sejahtera itu sendiri (1 Tesalonika 5:23). Keempat : KESABARAN.
Kesabaran suatu sifat ketahanan dalam menghadapi segala tekanan hidup, godaan, tantangan, yang bisa menyebabkan penderitaan (Ibrani 6 : 15) Kelima : KEMURAHAN. Suatu sifat ilahi yang berkaitan dengan anugerah, kebaikan dan kesabaran. Murah hati : mudah memaafkan, mengampuni dan tidak mengingat lagi, tidak mudah menghakimi (Matius 5 : 7). Keenam : KEBAIKAN.
Kebaikan suatu tindakan yang baik yang dilakukan tanpa pamrih (Filipi 4 : 5) Ketuju : KESETIAAN. Kesetiaan sifat ilahi dalam orang percaya sebagai buah Roh Kudus. Kesetiaan mengandung unsur iman yang hidup. Tanpa iman tidak mungkin kita setia kepada Tuhan (Amsal 19 : 22) Kedelapan : KELEMAHLEMBUTAN. Orang yang tidak keras hati dan sombong. Ia mengenal dirinya sendiri sebagaimana adanya.
Ia merasa kecil di hadapan Tuhan dan hanya bergantung pada anugerah Allah. Ia tidak menganggap orang lain lebih bodoh, lebih hina, dan lebih rendah. Ia tidak menganggap dirinya lebih suci dan lebih benar dan ia tidak membedakan rupa orang (Titus 3 : 2).
Kesembilan : PENGUASAAN DIRI. Hanya Roh Kudus yang dapat memampukan kita menguasai diri kita (Amsal 16 : 32) Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya suatu kebodohan dan ia tidak memahaminya. Sukar baginya untuk memercayai hadirat dan kuasa Roh Kudus bahkan mereka menghina dan menolak-Nya.
Manusia agamawi masih memiliki iri hati dan perselisihan. Sekalipun mereka sudah melakukan ibadah dan sudah melayani di gereja, hal itu hanya untuk dilihat orang dan dinilai orang. Sukar bagi manusia agamawi untuk menerima pengajaran yang keras, mereka hanya suka hal yang menyenangkan telinga mereka dan yang meninabobokan mereka.
Manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh manusia tetapi dinilai oleh Allah sendiri. Manusia rohani tidak menerima roh dunia, tetapi Roh yang berasal dari Allah. Karena itu,manusia rohani menerima karunia Roh Allah dan mengerti kehendak Roh Allah itu. Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan sehingga ia dapat menasehati Dia, tetapi kami memiliki pikiran Kristus (2 Korintus 2 : 16)
2015-08-03 16:58:28
|
754
|
0
| Tags : Kesetiaan penguasaan diri |














Commentar