ASAL MULA KECENDERUNGAN DOSA
Kita tahu bahwa tragisnya manusia meninggalkan tujuan semula Allah bagi mereka.
Ketika setan mencobai Adam dan Hawa untuk tidak menaati Tuhan, mereka menyerah pada cobaan itu dan jatuh, dan berbagai konsekuensinya terbukti.
Roh mereka mati, jiwa mereka tercemar oleh kecenderungan dosa, dan tubuh mereka jadi mengalami : penuaan, penyakit, dan kematian.
Mereka di usir dari taman Eden, taman kemuliaan Tuhan.
Beberapa waktu kemudian, Adam dan Hawa memiliki anak-anak, yang kepadanya mereka memindahkan sifat dosa mereka lewat hukum warisan keturunan, dan anak-anak mereka kemudian meneruskan sifat dosa yang sama kepada keturunan mereka, seperti inilah halnya dari generasi ke generasi sampai hari ini.
Jadi, hukum warisan keturunan berlaku tidak hanya pada genetik jasmani tetapi juga pada keadaan rohani kita.
Setiap manusia dilahirkan dengan kecenderungan dosa karena ia 'dibanding dalam dosa' (Mazmur 51 : 7)
Keputusan Adam untuk tidak menaati Allah menyebabkan rohnya mati dan jiwa serta tubuhnya tercemar.
Sebagai keturunan Adam, semua manusia dilahirkan dengan sifat memberontak terhadap Allah yang melekat padanya.
Ini membawa kita bertindak mandiri tanpa Dia dan hidup semata-mata hanya untuk tujuan yang egois, sama seperti setan memisahkan dirinya dari Tuhan, mengejar keinginan egoisnya sendiri.
Sebagian besar masalah terbesar orang-orang saat ini adalah bahwa mereka hidup 'mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka....pada dasarnya...orang-orang yang harus dimurkai' (Efesus 2 : 2 - 3)
Daging atau kecenderungan dosa bermula dari kejatuhan manusia.
Puji Tuhan, Kristus datang untuk memulihkan manusia !
Di kayu salib, "Adam yang akhir" membayar lunas hutang bagi pemberontakan dan dosa manusia.
Ia melakukan ini untuk memulihkan manusia kepada rancangan semula Allah.
Ini artinya bahwa, melalui karya Kristus, jika bertobat, kita bisa dipulihkan dengan Allah.
Tanpa pertobatan, tidak mungkin ada rekonsiliasi, karena seorang pemberontak tidak bisa dipulihkan selama ia masih menolak Allah.
Tanpa pertobatan, kita hanya bisa menunjukkan rupa luar kekristenan yang bukan transformasi sejati.
Rekonsiliasi yang sesungguhnya memulihkan kita kepada suatu hubungan yang intim dengan Bapa Surgawi kita, yang dulu dinikmati laki-laki dan perempuan pertama.
Selain itu, rekonsiliasi yang sesungguhnya memberi kita kuasa dan otoritas untuk memerintah di bumi dan berbuah bagi Tuhan.
Rekonsiliasi yang sejati dengan Bapa melalui Yesus, membangkitkan roh kita, mentransformasikan hati kita dan memulihkan hubungan kita dengan-Nya.
VISI & MISI TWC Ministry :
Visi : (Markus 16 : 15-16, Matius 28 : 18 - 20)
Misi : Lukas 4 : 18 - 19
- Mengobarkan Api Kebangunan Rohani yang besar di mana-mana, baik di desa desa, di gereja Tuhan & di tempat di mana ada jiwa jiwa yang tidak terlayani.
- Membangkitkan gembala & pemimpin yang di urapi Roh Kudus
- Membawa jiwa-jiwa, suku dan bangsa mengalami Perjumpaan secara Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus.
Adalah menjadi kerinduan hati Tuhan Yesus melihat banyak jiwa-jiwa di selamatkan, gereja gereja di bangkitkan kembali roh mereka menyala nyala dalam melayani Tuhan, di bangkitkan kembali para gembala & pemimpin jemaat yang di urapi Roh Kudus & ber api api bagi Tuhan Yesus !
Mari bersama Roh Kudus, kita nyalakan Api Kebangunan Rohani yang besar itu !
Inilah saatnya, sekaranglah waktunya !
LINK REVIVAL MOMENT :
VISIT & CONTACT US :
• http://twccounselor.weebly.com
• Pin BlackBerry : 2B7BE281
• Get your Daily Devotional for free : Visit : Www.TWC-Counselor.com
• Follow our FB : TWC Counselor
• Like our Fanpage : https://www.facebook.com/The-Wonderful-Counselor-927675960641970/?fref=ts
• Follow our Twit : https://twitter.com/TwcCounselor
Visit for more & many details @ : http://twccounselor.weebly.com
2016-07-08 08:38:41
|
789
|
0
| Tags : rohani kita |














Commentar