"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> TWC Counselor

BANGUN PONDASI BATU KARANG DALAM PERNIKAHAN ANDA




Perbedaan antara orang gagal dan orang sukses adalah sebuah komitmen.

Dalam hal konteks pernikahan pun, ada perbedaan antara pernikahan gagal dan pernikahan sukses adalah sebuah komitmen.

Komitmen untuk apa?

Komitmen untuk melakukan Prinsip Prinsip Firman Tuhan dalam hidup Pernikahan, yaitu :

- Prinsip Perjanjian
- Prinsip Kesepakatan
- Prinsip Pengampunan
- Prinsip Fungsi
- Prinsip Pelayanan

Kelima Prinsip tersebut adalah bagaikan suatu pondasi Batu Karang di mana suatu Pernikahan akan sukses jika di bangun di atasnya. Dan kita akan membahasnya bersama satu per satu dalam sepekan ke depan.

Kata kuncinya adalah : KOMITMEN

Hidup dalam komitmen pernikahan akan melahirkan Kerendahan Hati untuk bertobat dari kesalahan, memunculkan kesetiaan untuk berpegang teguh kepada kebenaran sekalipun memerlukan waktu yang tidak singkat.

Ingat, membangun kesuksesan dalam sebuah Pernikahan bukanlah suatu proses yang instan. Pernikahan sukses adalah sebuah proses perjalanan yang membutuhkan konsistensi untuk terus menerus menghidupi Prinsip Prinsip Pernikahan yang benar.

Pendiri Pelayanan Christian Men\'s Network, Edwin Louis Cole mengatakan bahwa \"Semakin anda membangun kehidupan di atas prinsip, maka semakin luruslah jalan anda\"

Mari mulai kita berbenah diri dan kita mulai membangun Pondasi Batu Karang di dalam kehidupan Pernikahan kita, melalui belajar 5 Prinsip Pernikahan.

Untuk kita renungkan : sukseskah pernikahanku saat ini?

Sangat penting untuk di sadari bahwa : Kesuksesan dalam Pernikahan akan menentukan kesuksesan seseorang dalam area kehidupan lainnya.

Dunia mengajarkan tentang kesuksesan sebuah pernikahan yang diukur dari seberapa banyak materi atau uang yang dimiliki. Ketika suami istri dapat membeli apa saja yang diinginkan, bisa berlibur ke luar negeri, atau dapat memiliki banyak rumah dan mobil dan harta, dll

Bahayanya, pengertian tentang pernikahan yang sukses akan sangat memengaruhi nilai-nilai yang kita bangun dalam pernikahan kita. Pengertian yang salah akan membawa kita kepada nilai dan prinsip yang salah. Dan akhirnya, kita memperjuangkan banyak hal yang keliru sepanjang pernikahan kita.

Ketika kita memandang kekayaan sebagai sumber kebahagiaan dan keberhasilan pernikahan, maka kita akan terus mengejar kekayaan dan berjuang untuk mendapatkannya dengan cara apapun.

Ketika kita memandang status sebagai sumber kebahagiaan dan keberhasilan dalam pernikahan, maka kita akan terus mengejar status dan karier untuk dipandang menjadi orang yang terhormat.

Apa yang menjadi standar keberhasilan anda?
Apakah yang menjadi ukuran keberhasilan bagi pernikahan anda saat ini?
Apakah ukuran atau kriteria yang harus anda pakai untuk mengetahui seberapa sukses pernikahan anda?

Untuk memahami hal ini, mari kita memakai kacamata Tuhan yang adalah inisiator pernikahan.

Sebab Allah sendirilah yang berinisiatif membangun pernikahan seperti yang dinyatakan oleh Firman Tuhan berikut ini :

\"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: \"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.\" (Kejadian 1:27-28)

Apa kerinduan Allah saat Ia membangun pernikahan?

Baca di Efesus 5 : 32 secara gamblang menyatakan bahwa hubungan antara suami dengan istri menggambarkan hubungan antara Kristus dengan jemaat-Nya.

\"Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (Efesus 5:31-32)

Hubungan antara suami dengan isteri itu adalah gambaran antara hubungan Kristus dan kita, jemaat-Nya. Ini berarti ketika orang melihat pernikahan kita, seharusnya mereka dapat melihat hubungan antara Kristus dan jemaat di dalamnya.

Dalam kehidupan pernikahan, seharusnya dapat terlihat bagaimana suami mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya dan menyerahkan diri-Nya bagi jemaat (Efesus 5 : 25) dan bagaimana isteri taat dan tunduk kepada suami seperti jemaat seharusnya taat dan tunduk kepada Kristus dalam segala sesuatu (Efesus 5 : 24)

Untuk sebuah pernikahan yang sukses dibutuhkan kesediaan dan keberanian menerapkan 5 Prinsip Firman Tuhan dan kita akan sama-sama belajar akan hal tersebut.


 2015-08-04 13:12:02
 652
 0
Tags : pernikahan sebuah komitmen