"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> TWC Counselor

BELAJAR DARI SEPULUH GADIS


 

(Baca Matius 25 : 1 - 13)

 

Perumpamaan mengenai sepuluh gadis ini menekankan bahwa semua orang percaya harus senantiasa memperhatikan keadaan rohani mereka sendiri mengingat KRISTUS bisa datang pada saat yang tidak diketahui dan tidak diduga. 

 

Mereka harus bertekun dalam iman supaya bila hari dan jam itu tiba mereka akan diterima oleh TUHAN yang kembali. 

 

Kelalaian untuk memelihara hubungan pribadi dengan TUHAN pada saat kedatangan-Nya kembali berarti akan dikucilkan dari kehadiran dan kerajaan-Nya.

 

Dalam ayat yang kita baca, kita melihat ada 2 (dua) kelompok gadis : yang pertama adalah mereka yang disebut dengan gadis yang bijaksana, dan yang kedua adalah kelompok gadis yang bodoh. 

 

Yang membedakan antara kedua kelompok gadis ini adalah persediaan minyak.  

 

Mari kita pelajari 3 (tiga) karakteristik gadis yang bijaksana.

 

1.     Tidakmembiarkan pelitanya padam.

Gadis yang bijaksana berpikir jauh kedepan. Mereka sadar bahwa menantikan mempelailaki-laki datang tidak dapat diprediksi waktunya. Bisa jadi sebentar, tetapi bisa jadi lama. 

 

Dengan membawa persediaan minyak, 5 gadis yang bijaksana memiliki sikap hati untuk tidak membiarkan pelita mereka padam.‎ 

 

Minyak dalam perumpamaan ini melambangkan iman yang sejati, kebenaran, dan kehadiran ROH KUDUS yang terus-menerus. 

 

Untuk itu kita harusselalu dipenuhi dengan ROH KUDUS setiap saat, jangan sampai suam-suam kuku.

 

Kalau kita mengalami suam-suam kuku, kita harus cepat berubah. Jangan biarkan pelita kita padam !

 

Untuk itu pesan TUHAN begitu kuat disampaikan kepada kita agar kita banyak masuk dalam doa syafaat, jadi menara Doa, penuh Firman dan penuh ROH KUDUS serta banyak berbahasa Roh !

 

(Mari kita  terusmemelihara pelita tetap menyala. Kalau anda mulai suam-suam arahkan untuk kembali on fire).

 

2.     Mempersiapkandiri  dengan baik.

Limagadis yang bodoh itu tidak memperhitungkan bahwa kedatangan TUHAN akan terjadi pada saat yang tidak terduga.  Melalui perumpamaan ini dan juga di bagian yang lain KRISTUS menyatakan bahwa sebagian besar gereja tidak akan siaga pada saat DIA datang kembali. 

 

Dengan demikian KRISTUSmenyatakan dengan jelas bahwa Ia tidak akan menunggu sampai semua gereja siap untuk kedatangan-Nya.

 

Gadis yang bodoh bersikap “easy going”. Mereka beranggapan, untuk masalah persediaan minyak adalah masalah yang mudah. 

 

Mereka mungkin berpikir: “Ah, nanti bisa minta sama temannya atau beli di warung”. Apa yang dipikirkan oleh kelima gadis bodoh itu, ternyata meleset !

 

Mereka tidak mempersiapkan minyaknya, karena mengantuk dan tertidur.  Lain halnya dengan 5 gadis yang bijaksana, mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut mempelai. 

 

Itu sebabnya mereka membawa bukan hanya pelita, tetapi juga persediaan minyak. 

 

(Catatan: dalam perumpamaan ini dikatakan\"membeli\" tetapi bukan artinya ROH KUDUS bisa dibeli. Inti kisahnya bukanlah di-\"membeli\"-nya tetapi adalah ketiga poin yang sedang kita bahas di Sharing ini).

 

Bagaiman adengan kita? Kita tentunya tahu bahwa sekarang ini kita sedang berada di penghujung dari akhir jaman. Dan sama seperti 10 gadis dalam perumpamaan ini,kita sedang menantikan Mempelai Laki-Laki kita yakni TUHAN YESUS KRISTUS.

 

Adakah kita mempersiapkan diri dengan baik seperti 5 gadis yang bijaksana, atau justru seperti 5 gadis bodoh?

 

Apakah anda sudah mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali?

 

3.     Mau bayar harga

Gadis yang bijaksana membayar harga lebih besar dari pada gadis-gadis yang bodoh. Lima gadis yang bodoh hanya sekedar membawa pelita pada satu tangan sedangkan tangan yang lainnya bebas berlenggang. 

 

Beban mereka tentu lebih ringan dibandingkan dengan gadis yang membawa persediaan minyak dalam buli-buli, dimana kedua tangan membawa beban. 

 

Namun demikian harga yang mereka bayar tidak sia-sia. 

Satu pelajaran yang sangat berharga, di dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali mungkin kita terlihat lebih repot, lebih sibuk.  Bahkan mungkin orang lain mulai menyindir kita denganberkata : \"ngapain repot-repot...TUHAN YESUS masih lama datangnya...udahlah hidup biasa-biasa saja, jangan terlalu kudus, jangan terlalu ngotot.\"

 

Jangan terpengaruh, tetap persiapkan diri dengan baik !!

Orang-orang yang mempersiapkan diri menyambut kedatangan TUHAN YESUS berani bayar harga lebih !

 

Ajar kami BAPA, menghitung hari-hari

Agar kami beroleh hati bijaksana

Ajar kami TUHAN, hidup dalam jalanMu

Agar semua rencanaMu digenapi

(Reff) Mulialah namaMu TUHAN, dan ajaib jalanMu

Pimpin kami disetiap waktu

Besar setiaMu TUHAN, agunglah karyaMu

YESUS kami bersyukur padaMu

 

Www.TWC-Counselor.com

 


 2016-04-05 13:56:42
 585
 0
Tags : bodoh dan bijaksana