BERANI MENJADI SAKSI - Part 2
2) Refleksikan kisah Stefanus ditengah-tengah kehidupan anda untuk berani Bersaksi dengan iman & kasih :
Bersaksi dengan kesungguhan iman
Mampu untuk menyaksikan iman yang bukan di mulut atau melalui kata-kata saja, tetapi memang benar-benar mampu disaksikan kepada semua orang tanpa takut dan gentar.
Anda harus menjadi orang-orang yang mampu untuk menyaksikan iman disetiap kondisi kehidupan. Apapun yang boleh terjadi dalam hidup ini, tetaplah berpegang pada iman dan nyatakanlah kepada semua orang bahwa anda memiliki iman yang benar.
Bersaksi dengan kasih
Tuhan Yesus memperingatkan kita: \"Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku\" (Mat. 10:22). Namun demikian Tuhan Yesus memperingatkan kita supaya jangan pernah takut dan gentar, sebab Dia mengatakan untuk tidak pernah takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi takutlah kepada Dia yang dapat membunuh tubuh dan jiwa (Mat. 10:28).
Tuhan mengaruniakan kepada kita Roh-Nya untuk tetap dapat bersaksi diantara orang-orang yang tidak mengenal Allah bahwa anak-anak Allah memiliki sikap \"memaafkan\" sebagaimana Allah Bapa kita adalah Kasih.
Demikian halnya dengan Stefanus yang dipenuhi dengan Roh Kudus bahwa dalam siksaan yang dia terima melalui hukuman rajam yang diterimanya mampu menyaksikan sikap permohonan maaf kepada Tuhan atas perbuatan mereka. Biarlah kasih menjadi kesaksian kita bagi mereka yang membenci dan memusuhi kita karena iman kepada Tuhan Yesus dengan tetap memaafkan perbuatan mereka.
Ada banyak tantangan iman kita di dunia ini, tetapi justru disitulah kesaksian iman kita harus dinyatakan. Kita bersaksi pada di dunia ini bahwa hanya Yesus-lah jalan dan kebenaran hidup.
Kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan agar dipakai menjadi alat keselamatanNya dengan menyaksikan kebenaran hidup itu melalui kehidupan kita yang sungguh-sungguh beriman dan taat kepada FirmanNya.
Www.TWC-Counselor.com
2015-11-10 11:04:46
|
659
|
0
| Tags : bersaksi dengan kasih |














Commentar