HATI BAPA BERBALIK KEPADA ANAK - Part 1
Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Maleakhi 4:6)
Kuasa hubungan bapa anak terdapat di dalam hati.
Bapalah yang harus terlebih dahulu membalikkan hatinya kepada anak, bahkan sebelum anak tahu bagaimana membalikkan hati kepada bapa.
Jika di dalam Pembapaan tidak ada hati yang berbalik, Tuhan akan memukul bumi dengan kutukan.
Allah tidak memandang Pembapaan sebagai suatu hal yang ringan dan Ia tidak akan membiarkan Pembapaan yang gagal sebagai sesuatu yang tidak di perhatikan.
Di alam natural, hati bapa tercurah kepada anak pada saat ia masih ada di dalam rahim ibunya. Hal ini terjadi bahkan sebelum anak tahu siapa bapanya.
Membalikkan hati bapa kepada anak bukanlah suatu hal yang menuntut imbalan. Bapa tidak mengharapkan apapun sebagai imbalan. Ia tidak mempunyai motif apa apa, hanya sebuah hati yang menjangkau hati anak.
Ketika anak dilahirkan dan mulai bertumbuh tahun demi tahun, hati bapa terus menjangkau hati anak.
Tak ada apa pun yang bisa mengubah hal ini, bahkan ketika anak berkelakuan tidak baik sekalipun.
Seorang bapa yang baik & bertanggung jawab tidak akan berubah hatinya terhadap anaknya. Ia akan selalu seperti bapa di dalam Lukas 16 yang setiap hari menanti kedatangan anaknya kembali kepadanya dan ke rumahnya.
Seorang ayah akan melakukan kesalahan terbesar jika ia menyamakan tindakan membesarkan anak dengan keinginan agar si anak menyediakan kebutuhannya sehari-hari suatu hari kelak.
Ada bapa bapa yang berpikir bahwa tanggung jawab mereka di dalam Pembapaan hanya sekedar menyediakan tempat berteduh. Pada waktu anak-anaknya lulus kuliah dari perguruan tinggi & mulai bekerja, bapa bapa ini akan merasa bahwa tugas dan tanggung jawab mereka telah selesai.
Pembapaan adalah lebih dari sekedar menyediakan kebutuhan sehari-hari si anak.
....to be continued...
2016-03-02 06:42:24
|
515
|
0
| Tags : Hati Bapa |














Commentar