HUBUNGAN DENGAN ALLAH - Part 3
Bila kita menyelidiki Alkitab dengan cermat ,jelaslah bahwa hukum Taurat dalam Perjanjian Lama diberikan supaya dosa yang kita lakukan menjadi nyata dan jelas, seperti yang Paulus katakan dalam Roma 7 : 13. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa orang tidak menyadari betapa mematikannya pelanggaran yang mereka lakukan dan bahwa itu berarti mereka sedang menentang Allah. Kesalahan mereka adalah membandingkan diri dengan orang lain dan mengukur perbuatan mereka dengan perbuatan orang lain.
Kalau seorang berbuat dosa dan tidak mati saat itu juga, mereka akan menganggap dosa tidak terlalu buruk, dan standar mereka menjadi turun.
Mereka sudah kehilangan perspektif yang benar tentang mana yang benar dan mana yang salah. Allah harus membawa manusia kembali pada standar yang benar tentang seperti apakah kehidupan yang benar itu, sehingga mereka dapat menolak iblis dan godaannya, serta menyadari apa hasil akhir dari pilihan yang salah. Ketika melakukan itu, Allah harus menerapkan hukum Taurat yang dulu Ia berikan.
Allah tidak memberikan perintah perintah dalam Perjanjian Lama dengan tujuan untuk mengatakan, \"Sebelum kamu melakukan semua ini, Aku tidak dapat menerimamu atau mengasihimu\"
Itu bukan sifat atau karakter-Nya. Sebaliknya, Ia memberikan perintah-perintah untuk membuat kita lebih mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan untuk menyadarkan bahwa kita membutuhkan Juruselamat.
Masalahnya, orang-orang berpikir bahwa Allah menuntut kesempurnaan sebelum Ia dapat mengasihi mereka dan ini membuat banyak orang menganggap kasih -Nya kepada mereka sangat tergantung pada baik atau buruknya perbuatan mereka.
Mereka merasa bahwa sebelum mereka mencoba melakukan segala sesuatu dengan benar, mereka tidak akan diterima oleh Allah. Padahal, bukan itu pesan yang Alkitab sampaikan.
....to be continued...
2015-05-01 17:22:16
|
692
|
0
| Tags : terima oleh Allah |














Commentar