HUBUNGAN MENTOR-MURID vs BAPA -ANAK
Ada banyak keterbatasan & ketidakpastian di dalam hubungan mentor -murid.
Dalam banyak hal, ini merupakan hubungan yang sangat tidak bisa di prediksi.
Hubungan seperti ini bisa berlangsung sekarang, tapi kemudian terputus.
Pada dasarnya, hubungan mentor - murid terbentuk di atas pengertian dan sikap menerima yang bersifat timbal balik atau saling menguntungkan.
Dapat di katakan bahwa hubungan mentor - murid lebih merupakan suatu hubungan yang profesional.
Hubungan antara seorang mentor dan muridnya lebih merupakan suatu jenis hubungan ikatan jiwa dari pada ikatan roh.
Mentor tidak masuk ke dalam hubungan IKAT JANJI dengan muridnya seperti seorang ayah dengan anaknya.
Oleh karena itu hubungan mentor-murid tidaklah terikat oleh tanggung jawab serta kewajiban yang sama sebagaimana halnya dalam hubungan seorang ayah dengan anaknya.
Karena itulah, hubungan MENTOR-MURID dapat dengan mudah digantikan atau di ambil alih oleh komitmen hubungan lainnya.
Komitmen murid-murid Yohanes Pembaptis tidak tahan lama.
Ketika Yesus, seorang Pengkhotbah yang lebih baik muncul, mereka meninggalkan Yohanes di sana dan sejak saat itu pula (Yoh 1 : 37 -40).
Tidak banyak hal yang didapat oleh murid-murid Yohanes ketika menyeberang. Yesus belum memulai pelayanan-Nya. Belum ada mujizat-mujizat dan kotbah-kotbah yang penuh kuasa yang dapat menarik mereka.
Apa yang harus mereka lakukan hanyalah apa yang dikatakan oleh Yohanes. Itu sudah cukup bagi mereka untuk menyeberang. Merekapun tidak membuang-buang waktu lama untuk melakukannya.
Yohanes mengerti sifat pementoran. Ia menerimanya dan bergerak maju bersama dengan murid-murid yang masih ada.
(Yoh 6: 66) \"Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia\"
Hal ini berlaku juga bagi Yesus. Banyak murid-murid-Nya meninggalkan-Nya pada saat mereka merasakan bahwa pengajaran-Nya terlalu radikal bagi mereka.
....to be continued..
2016-02-13 08:15:59
|
612
|
0
| Tags : memperbaiki ikatan |














Commentar