KAPASITAS HATI
\"Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: \"Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.\" (1 Samuel 16:7)
\"Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.\" (2 Tawarikh 16:9)
Allah terus menerus mencari hati yang memiliki kapasitas untuk mengakomodasi tujuan-Nya dan untuk mencapai kehendak-Nya.
Kapasitas hati kita bukanlah kemampuan kita untuk bertindak, tetapi kemampuan kita untuk merangkul !
Seorang murid harus memiliki hati dengan kapasitas untuk merangkul pelayanan seperti yang dimiliki mentornya supaya hubungan menjadi efektif.
Allah hanya dapat memperluas batas-batas pengaruh dan dampak kita sesuai kapasitas hati kita.
Tak seorangpun dapat meningkatkan kapasitas hatinya dalam merangkul tanpa pertama-tama mengosongkannya terlebih dulu.
Ketika murid-murid mendengar kotbah Yohanes, mereka mengosongkan hati mereka dari kesalahan sebelum mengikutinya. Mereka bertobat atas dosa-dosa mereka dan dibaptiskan.
Bagi mereka yang tidak mau mengosongkan hatinya dari dosa, Yohanes memperingatkan dengan keras dengan menyebut mereka \'keturunan ular beludak\' (Mat 3 : 6-8)
Yesus melakukan hal yang sama kepada murid-murid-Nya. Mereka harus mengosongkan hati mereka dari segala pengganggu sebelum mereka dapat memiliki kapasitas untuk merangkul Injil Kerajaan.
Kita tidak dapat mengkotbahkan pesan Kerajaan tanpa terlebih dulu merangkul Kerajaan itu di dalam hati kita.
Para murid mengosongkan hati dengan cara meninggalkan jala penangkap ikan mereka (Mat 4:20) keluarga mereka (Markus 10 : 28-30) dan pekerjaan mereka (Mat 9:9).
Ada seorang kaya yang masih muda ....
....to be continued.......
2016-02-11 17:18:00
|
531
|
0
| Tags : tuhan melihat hati |














Commentar