KETAATAN ADALAH UJIAN KASIH
Hari-hari terakhir dari Rasul Yohanes menjadi suatu tradisi yang indah selama berabad-abad. Dia mengumpulkan semua muridnya untuk mendengar pesan-pesan terakhir darinya.
Saat dia menatap muka mereka dengan penuh kelembutan pada saat-saat terakhir itu, dia berkata, \"Anak-anakku, kasihilah satu akan yang lain\"
Tetapi murid-muridnya berkata, \"Kita telah mendengar pesan itu, engkau telah mengatakannya pada kami dari saat kali kita bertemu berikanlah kami pesan yang lain\"
Sambil menatap murid-muridnya, Rasul Yohanes berkata denga penuh kelembutan, \"Anak-anak, itulah yang kalian dengar pertama kali dariku, saling mengashilah\"
\"Oh, sahut mereka, tetapi engkau telah memberi kami pesan itu sejak kami mengenalmu. Sekarang engkau akan pergi, kami ingin kata-kata perpisahan untuk mengenangmu. Berikan pada kami beberapa perintah lain malam ini\"
Lalu untuk terakhir kalinya Rasul Yohanes berkata, \"Anak-anakku yang terkasih, sebuah perintah baru aku berikan kepada kalian, yaitu kasihilah satu akan yang lain\"
Rasul Yohanes tidak mempunyai perintah lain. Semua perintah dijadikan satu dalam satu ikatan, yakni : KASIH dan KETAATAN yang membuat kita mengasihi orang lain seperti Kristus mengasihi mereka.
Kasih kita kepada Tuhan tidak diukur dengan ukuran perasaan kita, tetapi dengan KETAATAN kita.
Yesus berkata dalam Yohanes 14 : 15, \"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menurut segala perintah-Ku\"
Sekali lagi dalam Yohanes 14 : 21,23, \"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan
barangsiapa mengasihi Aku, ia akan di kasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia...dan Kami akan datang kepadanya dan
diam bersama-sama dengan dia\".
Jadi UJIAN KASIH kita kepada Tuhan, terletak pada KETAATAN kita pada perintah-perintah-Nya.
Yesus menyatakan diri-Nya kepada orang yang menaati-Nya.
Apakah anda mentaati perintah-perintah-Nya?
2015-05-27 13:52:22
|
621
|
0
| Tags : ketaatan kepada perintahnya |














Commentar