KETIKA SESEORANG BERJUMPA TUHAN
Suatu hari di tepi pantai danau Galilea...
Matahari sore bersinar tak seterik biasanya, Petrus menarik perahunya ke darat dengan perasaan kecewa. Tak ada satu ekor ikan pun yang berhasil ia tangkap hari itu. Ia melirik ke perahu rekannya yang juga kosong dengan tatapan nanar.
Pupus sudah harapannya untuk mendapatkan uang hari itu. Tak ada ikan yang bisa di jual, berarti tak ada makanan bagi seluruh keluarganya. Ia teringat kepada ayah ibunya di rumah dan menarik nafas panjang.
Sebagai nelayan, ia hanya mengandalkan kemampuannya mencari ikan. Tak ada bayangan apapun di benaknya ketika ia melihat kerumunan orang banyak yang saat itu berbondong-bondong di jalan, mengikuti Yesus.
Petrus yang biasanya penuh semangat ketika mendengar Yesus, hari itu ia benar-benar tidak tertarik dengan ajaran Yesus. Masalah yang di hadapinya cukup pelik sehingga ia pun mengabaikan kehadiran Yesus di sana.
Ia dan teman-temannya membasuh jala mereka sambil berharap malam segera tiba. Ia belum mau pulang bila belum ada ikan yang ia tangkap untuk di bawa pulang.
Di luar dugaannya, Yesus mendatanginya dan bertanya : \"Bolehkah Aku menumpang di perahumu sejenak?\"
Petrus terdiam sejenak akhirnya menjawab, \"Silahkan naik, Guru\"
Yesus menaiki perahunya dan memintanya untuk mendayung sedikit lebih jauh dari pantai, kemudian Ia mulai mengajar kerumunan orang banyak itu.
Lalu Yesus menoleh ke arah Petrus dan berkata, \"Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan\"
Nelayan adalah pekerjaan harian Petrus. Sementara Latar belakang Yesus adalah seorang tukang kayu!
Apa yang membuat seorang tukang kayu menyuruh nelayan untuk melabuhkan jalanya sekali lagi?
Tetapi hari itu, Petrus memilih untuk menebarkan jala nya sekali lagi dan akhirnya kebutuhannya terjawab!
Hanya itu. Masalahnya pun selesai!
Hal yang tidak masuk di akal terjadi dalam sekejap! Akhirnya, Petrus tahu dengan siapa ia berhadapan saat itu.
2015-05-22 09:46:21
|
625
|
0
| Tags : silahkan guru naik |














Commentar