"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> TWC Counselor

KISAH SI JOE MENEMUKAN URAPAN !


 

Kisah seorang yang bernama Joe.

 

Pengalaman Joe adalah pengalaman yang biasanya dialami juga oleh banyak orang yang telah menemukan Urapan Allah yang kuat dalam hidup mereka.

 

Joe dan keluarganya telah berada di sebuah gereja tertentu selama bertahun-tahun. Program di gereja tersebut sangat baik dan begitu pula musik dan lagu. Namun, tampaknya ada sesuatu yang hilang. Mereka tidak bisa menyentuhnya.

 

Joe dan keluarganya dihibur minggu demi minggu, tetapi tidak diteguhkan. Mereka menerima banyak informasi, tetapi hidup mereka tidak mengalami perubahan apapun. Mereka telah menjadi Kristen selama beberapa dekade, tetapi tidak berdaya dan membusuk di dalam.

 

Orang-orang di gereja itu pada umumnya duniawi, kecuali untuk beberapa orang-orang kudus yang benar-benar ingin melayani Allah dan digunakan oleh-Nya.

 

Gairah untuk Kristus telah digantikan oleh gairah untuk posisi dan pengakuan. Alih-alih pertemuan doa, yang ada hanyalah pertemuan-perrtemuan politik. Setiap orang berusaha mengesankan yang lainnya.

 

Khotbah bukanlah sesuatu yang mereka cari. Mereka menduga bahwa pendetanya mungkin telah dipanggil untuk menjadi apa pun, kecuali menjadi pendeta.

 

Alih-alih menangkap jiwa-jiwa, ia memancing pujian.

 

Suatu hari pendeta itu berdiri di pintu mengucapkan selamat jalan pada orang-orang kudus dan berharap menerima beberapa pujian. Orang-orang pada umumnya sopan dalam memuji khotbah yang ia sampaikan, kecuali satu orang Pria ini berkomentar bahwa khotbahnya membosankan. Tiga menit kemudian, ia datang kepada pendeta itu lagi dan mengatakan bahwa khotbahnya bisa membuat orang tertidur.

 

Setelah beberapa saat, orang yang sama muncul lagi di hadapan pendeta tersebut dan mengatakan bahwa khotbahnya memberikan setiap orang kesempatan emas untuk melamun. Tidak dapat tahan lagi, pendeta itu berbalik kepada diaken di sebelahnya dan bertanya siapakah orang yang menjengkelkan tersebut.

 

Diaken tersebut menjawab bahwa pendeta itu benar-benar tidak perlu memerhatikan orang tersebut, karena ia hanya berkeliling mengulangi apa pun yang ia dengar dari perkataan orang lain !

 

Sedih untuk mengatakan hal ini, gereja telah mengalami gerakan Allah bertahun-tahun lalu. Saat ini, gerakan Allah telah menjadi sebuah monumen. 

 

Gereja telah didirikan atas dasar Wahyu dari Firman Tuhan, tetapi hari ini hanyalah sebuah agama. Sesuatu yang dimulai sebagai inspirasi dari Roh Kudus sekarang hanyalah penuh dalam daging.

 

Mereka berkemah pada satu kebenaran dan memutuskan untuk tidak melanjutkan bersama dengan Allah. 

 

Firman Tuhan telah menjadi sangat langka dan tidak ada visi seperti pada masa Samuel (1 Sam 3:1).

 

Pendeta menikmati 'potongan daging domba' dari domba tidak bersalah dan menjadi gemuk, seperti Eli pada masa lampau (1 Sam 4 : 18). Situasi itu mungkin disebut "IKABOD" yang artinya : kemuliaan dan urapan Allah telah meninggalkan mereka (1 Sam 4:21)

 

Gereja memerlukan Urapan Allah. 

 

Gereja memiliki program, tetapi tidak Hadirat Allah.

 

Lagu lagu dinyanyikan tanpa Urapan Roh Kudus.

 

Tidak ada kehidupan dalam pemberitaan Firman. Kotbah tidak disertai kuasa Roh Kudus. 

 

2 Korintus 3:5-6 menggambarkan hal ini :

 

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. (2 Korintus 3:5-6)

 

Suatu hari Joe, suami istri Joe memutuskan untuk berkeliling mencari gereja gereja Kristen. Beberapa menyebut mereka sebagai "pelompat gereja", tetapi mereka tidak tersinggung. 

 

Tuhan baik kepada mereka dan membawa mereka ke Gereja Roh Kudus, mengusir setan, mengangkat tangan, percaya pada Alkitab, bahasa roh dan takut akan Allah.

 

Mereka sangat nyaman dalam gereja ini dan roh mereka di hidupkan kembali serta melompat kegirangan. Mereka tidak hanya menemukan informasi, mereka memperoleh wahyu dan transformasi.

 

Joe teringat pertama kali ia menghadiri kebaktian Minggu di gereja ini.

 

Ia menangis sepanjang kebaktian tanpa mengetahui alasannya. Ketika diajarkan Firman itu mengenyangkan jiwanya yang lapar dan menyegarkan rohnya yang haus.

 

Kebaktian berlangsung 4 x lebih lama dari gerejanya yang terdahulu, tetapi ia bahkan tidak melihat jam tangannya. Waktu berlalu dengan cepat. Joe dan keluarganya menantikan untuk pergi ke gereja setiap minggu.

 

Suatu hari, Joe menyadari bahwa Urapan dan Hadirat Allah dalam kebaktian itulah yang membawa : Kehidupan, Penyegaran, Peneguhan dan Kepuasan dalam usahanya untuk sebuah Api Kebangunan Rohani.

 

 

Www.TWC-Counselor.com

 

 

 


 2017-08-04 05:33:47
 401
 0
Tags : -