"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> TWC Counselor

KOMITMEN TOTAL DALAM MENGIKUT KRISTUS - Part 1


 

Lukas 14 : 25-26 \"Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku\"

 

 

Kali ini dalam perjalanan Yesus, ada orang banyak yang mengikuti-Nya. Bahasa Inggris tidak dapat menggambarkan hal ini, tetapi dalam bahasa Yunani, ini merupakan waktu yang tidak sempurna.

 

 

Ini berarti pada waktu itu, orang yang sangat banyak mulai berulang-ulang dan terus-menerus mengikuti Yesus.

 

Mungkin karena berbagai Mujizat yang Yesus lakukan, atau karena Ia memberi mereka makan, kita tidak tahu pasti alasannya, tetapi sangat banyak orang mengikuti-Nya.

 

Pada waktu inilah Yesus berpaling dan dengan sengaja mengatakan sesuatu yang tampaknya membuat banyak orang meninggalkan-Nya dan tidak mengikuti-Nya lagi.

 

\"Jikalau seorang datang kepada-Ku (artinya : ingin pergi bersama-Ku, ingin menemani Aku, ingin mengikut Aku, inilah syaratnya) dan ia tidak membenci bapanya, ibunya , istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku\"

 

 

Apakah maksud ayat di atas ? Tuhan, Engkau pasti tidak bermaksud begitu. Apa artinya \"membenci\" di sini?

 

Mungkin artinya tidak begitu mengasihi atau semacam itu. Tetapi kata kata itu secara harafiahnya memang berarti \'membenci\'.

Yesus menggunakan kata-kata yang paling kuat untuk menekankan maksud-Nya.

 

Ia mengatakan bahwa jika anda tidak membenci ayah, ibunya, saudara-saudara, bahkan hidup anda sendiri, anda tidak dapat menjadi murid-Nya.

 

 

Coba anda renungkan sekarang : apa hubungan paling erat yang pernah anda miliki di dunia ini?

 

....to be continued...


 2015-05-12 09:07:49
 579
 0
Tags : murid  mengikuti  yesus