MAKNA NATAL
Jikalau Yesus, Putra Tunggal Sorga mau lahir di kandang domba yang hina, di bungkus dengan kain lampin & di baringkan di Palungan
Kelahiran-Nya yg hina menjadi tanda bahwa manusia tlah menolak kedatangan-Nya & Kematian-Nya yg hina di kayu salib menjadi tanda kerasnya hati manusia lebih mencintai dosa & mencintai dirinya sendiri.
2000 th yg lalu Yesus lahir di Palungan, seorang bayi yg lahir dengan tangan yg menggemaskan & setelah Ia dewasa tangan yg sama itu telah banyak menyembuhkan orang sakit, meredakan angin ribut & tangan itu juga yg terpaku di atas kayu salib utk menanggung segala kutuk, dosa, kejahatan, pemberontakan & pelanggaran manusia (Yes 53 : 4-5)
Seorang bayi yg memiliki suara yg menggemaskan & setelah Ia dewasa suara itulah yg mengusir setan & kuasa kegelapan, membangkitkan orang mati, & suara yg berkata \"SUDAH SELESAI\" di kayu salib.
SUDAH SELESAI bagi Yesus utk memberikan Karya Keselamatan bagi kita & kini menjadi AWAL KEHIDUPAN yg baru buat kita !
Apakah kita masih \"menolak\" Dia, untuk lahir dalam hati kita ?
Berikan hatimu untuk Yesus datang & mengambil alih kendali seluruh kehidupanmu.
MAKNA NATAL sesungguhnya ialah mengundang Dia lahir di Palungan hatimu !
Biarlah Dia menguasai ruang hatimu yang paling dalam, sbab Dia akan memberikan Roh Kudus-Nya !
Sekotor & setidaklayak apapun kondisi hatimu, biarkan Roh Kudus masuk sekarang !
Ketika Roh Kudus masuk, Ia akan mengalirimu dengan aliran2 air hidup & hidupmu akan dipenuhi dengan Sukacita & Damai
Sejahtera melimpah.
Ketika Roh Kudus itu mengalirimu, maka semua sakitmu akan lenyap, segala kutuk, dosa & keterikatanmu akan di patahkan & di
bebaskan !
MAKNA NATAL : mempersembahkan seluruh tubuhmu (tubuh, jiwa & roh) sebagai PERSEMBAHAN yg hidup, kudus & yg berkenan kepada-Nya !
Jangan menolak kedatangan-Nya, saat ini Dia sudah berdiri di depan pintu hatimu & Dia mengetuk hatimu sekarang.. !
Let JESUS come into your heart now !
Merry Christmas & Jesus love u
Shallom,
CN
2015-05-22 10:05:37
|
626
|
0
| Tags : makna natal persembahan |














Commentar