MENGEJAR PEMENTORAN - Part 2
Semua ini asing bagi pelayanan seorang ahli Taurat. Apa yang dilakukan Yesus sungguh -sungguh membuatnya bersukacita dan ia ingin mengalaminya juga. Ahli Taurat ini terlepas dari norma. Sesuatu di dalam dirinya telah mendorongnya untuk mempunyai keinginan untuk memposisikan ulang hidupnya.
Oleh karena itu, ia memulai tindakannya dan mendekati Yesus sambil berkata, \"Guru, aku akan mengikuti Engkau, kemana saja Engkau pergi\" (Mat 8 : 19).
Ketika seorang murid mencari-cari seorang mentor, ia akan mencari seorang yang mampu membangun keterampilan pelayanannya sendiri.
Ketika Elisa mengikuti Elia, ia tahu bahwa Elia dapat mempersiapkannya untuk menjadi sebuah bejana bagi Allah.
Mentor harus bisa mengimpartasikan keterampilan & prinsip-prinsip pelayanan kepada muridnya supaya ia dapat memainkan peran yang lebih efektif di dalam pelayanannya.
Hanya karena seorang ditempatkan di atas kita di dalam struktur denominasi di gereja, tidak berarti bahwa ia harus menjadi mentor kita. Mungkin saja ia pemilik, gembala senior, namun belum tentu menjadi mentor kita.
Sebuah denominasi tidak menghasilkan murid, tapi mentorlah yang menghasilkannya.
Tujuan Pementoran bukanlah demi keseragaman di dalam pelayanan, tetapi kesatuan dari berbagai macam Karunia, pelayanan dan pengaruh di dalam Tubuh Kristus.
Semuanya ada di dalam Roh yang sama, Tuhan yang sama, Allah yang sama (1 Kor 12 : 4-6)
Keseragaman tidak berlaku bagi pelayanan, hanya kesatuan saja yang berlaku !
Keseragaman adalah suatu produk massal. Murid tidak dapat di produksi secara massal. Murid di jadikan & di bentuk secara individu. Mereka dibangkitkan secara individu menurut panggilan Allah yang harus mereka kerjakan.
2016-01-15 18:06:15
|
579
|
0
| Tags : MENTOR YANG MENGHASILKAN |














Commentar