MENTOR SELALU MENGARAHKAN KEPADA TUHAN YESUS - Part 2
Simon, si tukang sihir di dalam Kisah Para Rasul 8 : 4 - 25 merasa sangat terkesan dengan pelayanan yang penuh kuasa dari Petrus dan Yohanes, ia melihat betapa kuasa Roh Kudus turun ke atas orang-orang ketika Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan mereka ke atas orang-orang itu.
Simon menginginkan apa yang ada pada kedua orang rasul ini, tapi ia tidak memiliki roh yang benar di dalam dirinya. Petrus tahu apa yang diinginkan Simon dan ia melihat keinginan yang jahat di hati Simon.
Tanpa ragu-ragu lagi, Petrus menolak Simon dan tidak melakukan apa-apa bahkan sebelum Simon sempat memulai.
Ketika kita melihat seseorang mempunyai Pelayanan yang membuat kita terkesan, sangatlah alami jika kita ingin belajar dan ingin tahu bagaimana orang itu melakukannya.
Kita pasti ingin tahu gayanya, pendekatan-pendekatan yang dilakukannya, pola serta prinsip-prinsip pelayanannya. Kita ingin agar ia mengajar kita supaya dapat melakukan hal yang sama.
Tak ada yang salah dengan hal ini. Ingin melihat pertumbuhan & peningkatan adalah suatu hal yang sangat mulia.
Tapi tak ada yang terjadi pada tahap ini, ia belum menjadi Mentor kita & kita pun belum menjadi muridnya. Kita baru sebatas membuat diri kita tersedia baginya, tapi ia belum membuat dirinya tersedia bagi kita.
Tapi jika suatu hari nanti ia berpaling kepada kita dan berkata, \"Datanglah kemari dan belajarlah dariku\", kita tahu bahwa teladan kita sekarang telah membuat dirinya tersedia untuk mengambil kita sebagai muridnya.
Sungguh indah ketika anda sudah menemukan TELADAN dalam diri MENTOR anda, saat ini sudahkah anda menemukannya?
Apakah Mentor anda saat ini mengarahkan selalu mata anda untuk melihat kepada TELADAN Tuhan Yesus atau selalu melihat pada dirinya sendiri?
Mentor yang sejati adalah sama seperti Yohanes Pembaptis, yang mengarahkan & mengijinkan murid-muridnya berpindah kepada TELADAN yang baru.
2016-01-13 08:06:48
|
561
|
0
| Tags : MENTOR TELADAN |














Commentar