ORANG FARISI Vs PEMUNGUT CUKAI - Part 2
Sesungguhnya orang Farisi ini sedang berdoa kepada dirinya sendiri walaupun ia menyebut \"Allah\" dan menggunakan kata-kata yang tepat. Allah tidak menerima doanya !
Perhatikan, dengan kata lain, ia berdoa, \"Ya Allah, Terimakasih kepada-Mu karena saya tidak seperti orang-orang lain\". Orang-orang Farisi yang agamawi ini berkata, \"Saya tidak seperti orang-orang yang lain, saya tidak berdosa. Saya bukan perampok, bukan orang jahat, bukan pezina, dan saya bukan seperti pemungut cukai yang datang ke sini untuk berdoa itu\"
Kita lihat, orang Farisi itu menghina dan merendahkan orang lain karena ia menganggap dirinya lebih baik dari mereka.
Pada ayat 12, orang Farisi itu berkata, \"aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku\"
Orang Farisi itu sedang mengatakan, \"Apakah Engkau Tuhan melihat apa yang saya lakukan? Saya menjalani kehidupan yang baik. Saya beramal. Saya memberikan uang ke gereja!\"
Kemudian di ayat 13, Pemungut cukai, \"Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini\"
Perhatikan bahasa tubuhnya : berdiri jauh-jauh. Ia bahkan tidak benar-benar masuk ke gereja. Ia sangat malu akan kehidupannya dan hal-hal yang sudah di lakukannya sehingga ia berdiri jauh-jauh, bahkan tidak berani menengadah, tidak berani menatap ke langit, tetapi memukuli dadanya.
Pemungut cukai ini hendak mengatakan kepada Tuhan, \"Ya Allah, saya menyesal atas apa yang sudah saya lakukan!\"
Itulah TANDA PERTOBATAN, PENYESALAN yang mendalam, dan ROH YANG REMUK dan inilah yang Allah hargai !
Pemungut pajak ini, walaupun ia orang berdosa, berseru kepada Allah dan berdoa, \"Ya, Allah, kasihanilah saya, saya orang berdosa !\"
.....to be continued...
2015-04-29 10:07:43
|
620
|
0
| Tags : bertobat menyesal remuk |














Commentar