PELAYANAN ROH - Part 2
Hanya manusia rohani yang dapat melakukan Pelayanan Roh dan melayani Roh. Demikian halnya pada waktu Musa melayani Tuhan dan ia menerima Cahaya Sinar Kemuliaan Tuhan selama Musa bersekutu dengan Tuhan 40 hari 40 malam, pada saat itu Musa melayani Tuhan dengan rohnya.
Oleh karena itu, ketika Musa turun, wajahnya berubah karena ia melayani dengan rohnya dan Roh Allah melingkupinya sehingga bangsa Israel tidak tahan melihat wajahnya dan Musa menutupi wajahnya. Umat Israel mengalami ketakutan karena mereka melihat Musa seperti melihat Tuhan.
Ketika Musa menutupi wajahnya, otomatis pudar juga cahaya di wajah Musa. Urapan dari Tuhan yang begitu luar biasa itu di tutup sehingga bangsa Israel masih bisa tahan berdekatan dengan Musa. Tidak ada satu orang pun yang tahan dengan Tuhan kalau belum mati dagingnya. (2 Kor 3 : 7) Urapan seorang hamba Tuhan dalam pelayanan itu penting, tetapi terkadang jemaat tidak berfokus dengan sumber Pemberi Urapan itu.
Padahal Urapan seorang hamba Tuhan bisa hilang atau pudar. Musa dulunya memiliki Urapan sehingga mata orang Israel tidak tahan menatapnya, tetapi Urapan itu akhirnya pudar juga. Namun Urapan Roh Allah itu kekal selama-lamanya.
Oleh karena itu, jangan bergantung pada Urapan Hamba Tuhan, tetapi bergantunglah pada Urapan Roh, sebab Dia adalah sumber Urapan itu. Sejak awal, Pelayanan Yesus Kristus di dunia adalah Pelayanan Roh.
Firman Tuhan berkata, Yesus menaati pimpinan Roh Kudus dalam setiap pelayanan-Nya. Yesus mengetahui apa yang harus dilakukan -Nya dan kapan melakukannya sesuai dengan kehendak Bapa, menurut pimpinan Roh Kudus.
(Luk 4 : 1) Pada zaman Perjanjian Baru sangat dibutuhkan Pelayanan Roh. Rasul Paulus mencatat dan menyampaikan kepada pelayan-pelayanan Perjanjian Baru bahwa sangat perlu dan lebih mulia melayani dengan Pelayanan Roh.
\"Betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh ! (2 Korintus 3:8)\" Jadi, bukan hanya pada zaman Perjanjian Lama, justru dalam Pelayanan Perjanjian Baru hal tersebut diperlukan untuk mempersiapkan gereja Tuhan menjadi Mempelai Kristus, yaitu : meningkatnya Jalinan Hubungan gereja dengan Kristus. Pertama, hubungan domba dengan Gembala, anak dengan Bapa, sahabat dengan Sahabat, kekasih dengan Tunangan.
Kemudian, hubungan ini meningkat lebih dalam lagi menjadi Mempelai Kristus, sebagaimana hubungan suami istri harus lebih dalam lagi karena sudah memiliki kasih yang sempurna dengan mempelai sehingga kita melakukan sesuatu yang menyenangkan mempelai.
Hal yang utama dalam setiap pelayanan Roh yaitu mengerti akan Pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan manusia rohani, \"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran..\" (Yohanes 16:13) Manusia rohani akan mengerti dan senantiasa mendengar suara Roh Kudus yang menuntun dan memimpinnya. Manusia rohani akan memiliki Visi yang jelas dalam setiap Pelayanan.
Seperti Paulus dalam setiap pelayanannya, sangat bergantung dan mengetahui pimpinan Roh Kudus. Oleh karena itu, sekalipun dalam pelayanannya ia diperhadapkan dengan berbagai macam kesulitan bahkan aniaya, ia sama sekali tidak mundur. Paulus sungguh meyakini bahwa pelayanan yang sedang dikerjakannya adalah Pimpinan Tuhan dalam hidupnya.
Itulah sebabnya ketika tiba saatnya Paulus akan meninggalkan dunia ini dan kembali kepada Bapa di Sorga, dengan penuh kemenangan ia berkata : \"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
(2 Timotius 4:7)\" Oleh karena Pelayanan Roh itu adalah pekerjaan dari Roh Kudus sendiri, kita selaku hamba-hamba Tuhan harus mengizinkan Roh Kudus melangkah di depan kita dan kita mundur di belakang Roh Kudus.
Ketika kita melayani dalam suatu KKR atau ibadah, kita menyampaikan Firman Tuhan, kemudian pada saat tertentu kita akan mendengar suara Roh Kudus yang menyatakan bahwa waktunya bagi Roh Kudus ambil alih dan kita akan mundur satu langkah, dua langkah dan Roh Kudus yang akan bekerja.
Roh Kudus akan menjamah setiap jemaat dengan air, darah dan Roh ke dalam setiap diri jemaat yang haus. Bukan kita yang menjamah mereka, melainkan Roh Kudus sendiri yang menjamah mereka. Selanjutnya akan ada perubahan dalam diri setiap orang yang dijamah oleh Roh Kudus.
Inilah Pelayanan Roh itu, pelayanan yang mengubah manusia duniawi dan agamawi menjadi manusia rohani yang memiliki hidup yang kekal ! Pelayanan Roh itu kekal adanya.
Bagaimana dengan pelayanan kita saat ini? Apa yang kita utamakan dalam pelayanan? Apakah kepintaran, theologi, curriculum vitae kita dalam menyampaikan Firman Tuhan atau mengutamakan Roh Kudus yang terlebih dahulu yang bergerak dalam Pelayanan kita? Mari kita ambil sebuah komitmen kepada Tuhan untuk melayani Tuhan dengan pelayanan Roh Kudus.
2015-07-29 16:38:47
|
658
|
0
| Tags : tergantunglah kepada urapan ROH |














Commentar