PERTOBATAN YANG SEJATI
Meninggalkan segala dosa untuk menjadi Ciptaan yang baru.
\"Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran\" (Roma 6 : 13)
Pertobatan yang sejati dimulai ketika TEGURAN Roh Kudus menyadarkan kita akan dosa kita. Maka lahiriah sebuah KEPUTUSAN hidup untuk MENINGGALKAN DOSA.
Renungkan : Mazmur 32 : 3 - 5, Mazmur 51 : 5 - 6, Kisah Para Rasul 2 : 37 - 38, Mazmur 139 : 23 -24
\"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan\" (Roma 10 : 9 - 10)
Ada 2 hal yang harus dilakukan oleh setiap orang ketika bertobat, yaitu MENGAKU dengan mulutnya dan PERCAYA dalam hatinya.
Yaitu Mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan.
Dan Percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Mengaku dengan mulut kita merupakan tindakan iman untuk meresponi apa yang kita dengar dan kita baca di Alkitab, bahwa Yesus adalah Tuhan, Juruselamat hidup kita.
Kita menerima keselamatan dari Tuhan karena hati kita percaya bahwa Yesus telah bangkit dari maut dan hidup untuk selamanya.
Banyak dosa yang pernah kita lakukan di masa lalu dalam berbagai bentuk pelanggaran, pemberontakan, penyimpangan, dan keterikatan.
Jika kita mengakui semuanya itu, maka Tuhan Yesus akan mengampuni kita.
\"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan menyucikan kita dari segala kejahatan\" (1 Yoh 1 : 9)
\"Siapa yang menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan di
sayangi\" (Amsal 28 : 13)
2015-05-22 09:28:56
|
604
|
0
| Tags : teguran meninggalkan dosa |














Commentar