PRINSIP PERTAMA DALAM PERNIKAHAN : PRINSIP PERJANJIAN - Part 1
Pernikahan adalah sebuah Ikatan Perjanjian dan bukan sebuah ikatan kontrak! Sebuah kisah seorang yang ingin berpisah dari pasangannya : Apakah saat ini anda sedang berkata, \"Sudah tidak ada harapan lagi, pernikahan saya harus diakhiri ! Sudah tidak ada lagi yang dapat diselamatkan, sudah tidak tersisa lagi. Semua sudah berakhir.
Saya sudah berusaha, saya sudah berjuang.
Tapi semua sia-sia!\" Apakah anda tidak lagi memandang janji yang sudah pernah anda ucapkan bersama pasangan anda di hadapan Tuhan? Apakah janji itu sudah tidak ada artinya lagi? Lalu anda berkata,\"Tentu saja saya menghormati perjanjian yang sudah kami ucapkan di hadapan Tuhan, tapi jika kami sudah tidak sanggup lagi untuk menjalankan kehidupan bersama, masakan harus dipaksakan? Rasanya, pernikahan kami pun merupakan kesalahan sejak awal. Kami ingin bercerai !\" Saat ini,
cobalah anda untuk kembali mengingat akan ikatan Perjanjian yang ada di antara anda dan pasangan anda sebagai suatu yang berharga dan sangat penting.
Apapun alasan yang anda kemukakan atas keputusan anda ingin bercerai, baik alasan karena cinta di antara kalian yang sudah tawar, sudah tidak ada rasa cinta lagi, masing-masing sudah terlalu banyak saling menyakiti, terlalu banyak luka yang hadir di sepanjang pernikahan kalian, pertengkaran demi pertengkaran, berbagai benturan dan perselisihan yang dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian, masalah antar pasangan, masalah dengan mertua, masalah dengan anak-anak, masalah kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, masalah ekonomi, masalah suami tidak menafkahi, dll....semuanya itu sama seperti menyimpan sebuah bom waktu yang tinggal menunggu waktunya untuk meledak dan menghancurkan segalanya tanpa bekas, apabila tidak di selesaikan dengan baik melalui belajar dalam menerapkan ke 5 Prinsip Pernikahan yang benar dari dasar Firman Tuhan.
Begitu banyak pasangan yang dengan mudahnya melupakan Perjanjian Pernikahan, ketika mereka sedang mengalami gelombang dan badai masalah dalam perjalanan pernikahan mereka. Begitu banyak pasangan yang dengan mudahnya melupakan Perjanjian Pernikahan yang mereka ucapkan di hadapan Tuhan dan di hadapan jemaat-Nya, mereka tidak lagi mengingat Janji Nikah yang mereka ucapkan, mereka tidak peduli lagi akan ikatan dari Perjanjian itu.
Di dunia ini terdapat banyak jenis hubungan, sebut saja : hubungan pertemanan, hubungan saudara sekandung, hubungan orang tua dan anak, hubungan bisnis, hubungan saudara seiman, hubungan suami istri, dll. Namun, di antara jenis hubungan yang nilainya melebihi semua hubungan lainnya yaitu : HUBUNGAN PERJANJIAN (COVENANT) Hubungan Perjanjian inilah yang seharusnya menjadi dasar dari sebuah Pernikahan (Hubungan antara suami dan istri) Matius 19:6 menyatakan bahwa, \"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.\" (Matius 19:6) Allah sendiri tidak bisa memisahkan hubungan Perjanjian di antara suami dan istri.
Bahkan tidak ada seorangpun atau kuasa manapun yang dapat menghancurkan hubungan Perjanjian ini. Satu-satunya yang berpotensi untuk menghancurkan hubungan perjanjian di antara suami istri adalah : suami istri itu sendiri. Allah yang anda sembah adalah Allah yang memegang Perjanjian dan menghargai Perjanjian ! Tuhan Yesus is the God of Covenant ! Saat engkau gagal.... Saat engkau jatuh..... Saat engkau tidak setia.... Saat engkau berdosa... Saat engkau tidak layak... AKU (Yesus) tetap mati bagimu... Adakah yang terlalu sulit bagimu untuk belajar tetap setia kepada pasangan mu? Jikalau bagimu terlalu sulit untuk belajar setia kepada yang kelihatan (pasanganmu), bagaimana engkau dapat belajar setia kepada yang tidak kelihatan yakni Aku (Tuhan Allah mu) ? Besok kita akan belajar dari Keteladan Rut dalam Hubungan Perjanjian. ....to be continued...
2015-08-06 14:03:19
|
661
|
0
| Tags : komitmen |














Commentar