SERAHKAN SEGALA KELEMAHAN ANDA - Part 1
Kelemahan anda seharusnya membuat anda menjadi menyadari bahwa anda memerlukan Tuhan.
Tuhan Yesus tidak melihat semua hal yang anda anggap sempurna sebagai alasan mengapa Tuhan memakai anda.
Siapakah diantara kita yang sama sekali tidak memiliki kelemahan jasmani, kelemahan jiwani dan kelemahan rohani?
Mungkin ada diantara kita yang merasa tidak fasih berbicara di depan orang banyak, ada yang merasa penampilan kurang sempurna, merasa dilahirkan dari keluarga yang miskin, ada yang berpikir kurang terlepajar dan hanya lulusan sekolah di dalam negeri, dll...seolah olah kita menjadi Percaya bahwa mereka akan sukses di dalam hidup ini apabila mereka kaya berpenampilan menarik, fasih bicara, berpendidikan tinggi dan berwawasan luas.
Tetapi cobalah melihat bagaimana Tuhan sanggup memakai Petrus, seorang yang jauh dari sempurna, yang jatuh bangun dalam berbagai kelemahan, seorang yang ceroboh yang bertindak dahulu, dan berpikir belakangan.
Berkali kali, Petrus harus merelakan hatinya \'dilukai\' oleh tegurang keras Yesus karena ia tergesa-gesa dengan perkataan-perkataannya.
Petrus belajar dari nol sampai dia menjadi rasul yang pengetahuan dan pelayanannya menjadi mirip dengan Gurunya !
Hal itu karena PETRUS tidak malu untuk mau mengakui segala kelemahannya & menyerahkannya kepada Tuhan untuk kemuliaan-Nya.
Juga ketika Yesus berjalan di atas air, hanya Petrus yang berani berkata, \"Tuhan apabila Engkau itu suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan diatas air\". Yesus menyuruhnya datang dan karena imannya yang gegabah itulah, Petrus berjalan di atas air ! (MATIUS 14 : 28 - 29)
Dimana, sebelas murid Yesus lainnya pada hari itu hanya melihat bagaimana Petrus berjalan dalam kemustahilan !
Mengapa hanya Petrus yang ingin mencoba apa yang Yesus lakukan hari itu? Karena memang hanya dirinya yang cukup ceroboh untuk bertindak dahulu dan berpikir kemudian !
Itulah BUKTI bahwa Tuhan....
....to be continued....
2016-04-23 00:09:06
|
496
|
0
| Tags : KITA SERAHKAN SEMUA KELEMAHAN KITA |














Commentar