TELADAN RUT DALAM HUBUNGAN PERJANJIAN - Part 2
Rut adalah seorang janda muda yang miskin secara sosial ekonomi dan tidak ada lagi yang dapat ia harapkan dari mertuanya Naomi yang sudah tua. Namun Rut masuk ke dalam sebuah hubungan yang luar biasa yang bernama Perjanjian.
Perhatikan kata-kata Rut kepada Naomi, \"Tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkann kita kecuali maut\"
Pernahkah anda mendengar orang berjanji seperti itu?
Bukankah anda sendiri pernah mengucapkan janji yang sama pada waktu anda menikah dan di berkati di gereja?
Bukankah anda perja berjanji di hadapan pasangan anda, bahwa di hadapan Tuhan dan gereja-Nya, anda mengambil pasangan anda sebagai istri/suami anda, dan anda akan mengasihi dia dalam segala keadaan sampai maut memisahkan !
Rut adalah contoh pribadi yang mempunyai hati perjanjian.
Dari mana ia belajar tentang hubungan Perjanjian tersebut?
Sudah pasti dari Allah yang di sembah oleh bangsa Israel, Allah yang di sembah oleh mertua dan suaminya.
Allah kita dikenal sebagai Allah perjanjian, kita di sebut sebagai umat perjanjian, dan Alkitab kita disebut sebagai kitab perjanjian (baru dan lama).
Allah yang kita sembah adalah Allah yang menghargai Perjanjian.
Rut telah melihat bagaimana Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya dan di situlah ia menemukan harta karun dari sebuah hubungan perjanjian.
Hubungan Rut dan Naomi adalah hubungan menantu perempuan dengan mertua perempuan yang sebenarnya sangat rentan dengan konflik. Kebanyakan menantu merasa mertua perempuan sering ikut campur urusan rumah tangganya, sedangkan mertua perempuan merasa menantunya tidak bisa mengurus anak laki-lakinya dengan baik.
Namun Rut mempraktekkan kesetiaan dalam hubungan perjanjian kepada mertuanya, sehingga ia berani berkata \"Bangsamu adalah bangsaku, Allahmu adalah Allahku dan tidak ada yang dapat memisahkan kita kecuali maut\"
Bagaimana dengan anda saat ini? Apakah anda juga mempraktekkan kesetiaan dalam hubungan perjanjian dengan pasangan anda ?
2015-08-11 11:23:13
|
714
|
0
| Tags : bangsamu adalah bangsaku |














Commentar