"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> TWC Counselor

TUJUAN SEMULA ALLAH UNTUK MENCERMINKAN GAMBAR RUPA ALLAH 1


Segala sesuatu di dalam Tuhan dimulai dengan tujuan-Nya, yang tidak pernah berubah.

Manusia pertama, Adam‎, menggambarkan rencana Allah bagi manusia.

Namun, meskipun Adam adalah manusia pertama yang diciptakan ia juga manusia pertama yang kehilangan tujuan sang Pencipta bagi keberadaannya.

Sebaliknya, Yesus, "Adam yang akhir" (lihat 1 Korintus 15 : 45) menggambarkan pemulihan tujuan semula Allah bagi manusia‎, yang gagal di penuhi Adam pertama.

Apa tujuan Allah bagi manusia?
Yaitu : untuk mencerminkan 'gambar' dan 'rupa'-Nya. (Lihat Kejadian 1 : 26)

Di sepanjang Alkitab, kita bisa melihat tujuan Allah, pada dasarnya adalah untuk mereplika diri-Nya dalam suatu makhluk ciptaan yang memiliki 'DNA rohani'-Nya sendiri.

Makhluk ciptaan ini akan memiliki persekutuan dengan Allah dan akan memerintah dan berkuasa atas segala sesuatu yang telah Allah ciptakan dan akan berbuah, bermultiplikasi dan memenuhi bumi. (Kejadian 1 :‎ 28)

Saat kita mengerti kebenaran ini, kita akan sadar bahwa kita tidak bisa benar-benar berbicara tentang diri kita dipulihkan kecuali itu ada dalam konteks tujuan semula Pencipta kita.

Kata 'gambar' dalam Kejadian 1 : 2 diterjemahkan dari istilah Ibrani 'tselem' yang salah satu artinya adalah 'kemiripan' itu menunjukkan 'sosok perwakilan'.

Kata tersebut juga menandakan 'sifat penting'. Manusia diciptakan dengan sifat penting atau kualitas kualitas Allah.

Berdasarkan berbagai definisi 'gambar' menunjukkan makna diri kita diciptakan dalam gambar Allah : suatu bayangan, dalam pengertian menjadi 'suatu imitasi dari sesuatu', suatu duplikat, kemiripan atau replika.

Kata-kata ini menggambarkan rupa luar, dalam kasus ini, rupa Allah.

Cocok sekali jika kita mengatakan bahwa ketika Yesus datang ke bumi, Ia secara spesifik datang dalam bentuk seorang manusia, daripada dalam bentuk lain manapun atau sebagai makhluk ciptaan lain apapun, karena manusialah yang menggambarkan sifat Allah.

Kata 'rupa' dalam kisah penciptaan berasal dari istilah Ibrani 'demuwth' yang bisa berarti 'kemiripan', 'kesamaan', atau 'bentuk', sosok, pola.

The Living Bible menangkap pengertian kata ini ketika dikatakan, "Jadi Allah menciptakan manusia seperti Pencipta-Nya. Seperti Allah, Tuhan menciptakan manusia" (Kejadian 1 : 27). Allah menciptakan manusia seperti diri-Nya sendiri.

Manusia dimaksudkan berada di bumi seperti Tuhan di Sorga. Ini menjelaskan mengapa Ia memberikan kita kuasa dan otoritas untuk memerintah dan berkuasa atas segala sesuatu yang telah Ia ciptakan.

Diciptakan dalam 'rupa' Allah kita 'dipola' seperti-Nya.

Satu contoh dari hal ini menyangkut sifat tritunggal Sang Pencipta : Ia adalah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.

Seperti yang telah kita perhatikan sebelumnya, manusia juga diciptakan dengan terdiri dari 3 bagian : ia adalah roh dengan jiwa yang tinggal dalam tubuh fisik.

"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita" (1 Tesalonika 5 : 23)

BACA SELANJUTNYA @ "ASAL MULA KEDAGINGAN ATAU KECENDERUNGAN DOSA"‎
 
LINK REVIVAL MOMENT :
 
1) http://bit.ly/1TFPmuH
2) http://bit.ly/1NRFyX9
3) http://bit.ly/1P3nJpW

 

4) http://bit.ly/1TsWXwC
 5) http://bit.ly/1MG3w8r
6) http://bit.ly/1QxSc4n
 7) http://bit.ly/1PQJz3k

VISIT & CONTACT US :
 
 • http://twccounselor.weebly.com
 • Pin BlackBerry : 2B7BE281 
 
 • Get your Daily Devotional for free :      Visit : Www.TWC-Counselor.com 
 • Follow our FB : TWC Counselor
 
 • Like our Fanpage : https://www.facebook.com/The-Wonderful-Counselor-927675960641970/?fref=ts
 
 • Follow our Twit : https://twitter.com/TwcCounselor
 • For more details, please      Visit : http://www.twc-counselor.com
 
MARI KITA KOBARKAN API ROH KUDUS untuk Api Kebangunan Rohani yang besar bagi gereja-Nya ! 

Visit for more & many details @ : http://twccounselor.weebly.com

Www.TWC-Counselor.com


 2016-06-22 08:48:06
 636
 0
Tags : tujuan utama TUHAN