URAPAN DALAM BAHASA YUNANI - Part 1
Ada 6 kata Yunani untuk menggambarkan Urapan :
1. ALEIPHO
Adalah istilah umum yang digunakan untuk mengurapi orang-orang untuk meningkatkan penyegaran fisik setelah pembasuhan.
\"Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu\". (Lukas 7:38)
\"Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.\" (Matius 6:17 -18)
Tujuan \"Aleipho\" adalah untuk membawa penyegaran bagi tubuh fisik.
2. ENCHRIO
Artinya untuk melumas.
Kata \"Enchrio\" ditemukan dalam Wahyu 3:18.
\"maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.\" (Wahyu 3:18)
Kata perlu \"melumas\" urapan Allah dalam mata rohani kita untuk melihat, mengetahui, serta memahami kehendak, rencana, dan tujuan Allah bagi hidup kita.
3. EPICHRIO
Artinya : untuk mengoleskan.
\"Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi.....Jawabnya: \"Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.\" (Yohanes 9:6, 11)
Yesus mengurapi orang buta dengan tanah liat dicampur air liur-Nya.
Yesus melakukan mujizat kreatif dengan membentuk mata baru dari tanah liat, sebagaimana Dia telah menciptakan Adam dari debu tanah.
......to be conti
2015-08-14 18:24:52
|
695
|
0
| Tags : MENCIPTAKAN ADA DARI DEBU TANAH |














Commentar