YESUS ADALAH SUMBER SUKACITA
Sebelum meninggalkan murid-murid-Nya, Yesus berkata, \"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh\" (Yoh 15 : 11)
Ada seorang anak muda yang di tawari minuman keras dan rokok oleh teman-temannya. Setiap kali ia ditawarkan minuman keras dan rokok tersebut, ia selalu menjawab, tidak, terimakasih.
Akhirnya teman-temanya pun bertanya mengapa ia selalu menolak saat ditawari minuman keras dan rokok.
Lalu anak muda itu menjawab, \"Dengan senang hati saya akan menjawab pertanyaan kalian, saat kalian minum minuman keras dan
merokok, kalian melakukan ini untuk mendapatkan ketenangan dan kalian berharap akan membawa kesenangan dan kepuasan, benar begitu khan?\"
Ya, jawab mereka !
\"Baiklah, kalian lihat, saya telah memiliki Sukacita yang jauh lebih besar yang ada di dalam diri saya. Oleh sebab itu saya tidak
membutuhkan minuman keras ataupun rokok.
\"Dimanakah anda menemukan sukacita itu, tanya teman-temannya\"
Dia berkata,\" Saya telah menemukan Yesus, pemberi Sukacita sejati dalam hidupku! \"
Seringkali, betapa sering kita seperti murid-murid Yesus pada saat Paskah dan Pentakosta, yaitu mereka mengurung diri di dalam
Kamar lantai atas.
Mereka mengetahui bahwa kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus harus diberitakan, tetapi mereka hanya membisu.
Demikianlah halnya dengan kita, kita telah mengetahui semua fakta tentang Natal, Jumat Agung, dan Paskah, bahkan kita
mengetahui tentang kebenaran tetapi kita tidak memiliki Kuasa Roh Kudus di dalam diri kita.
Saat kita menghadapi dunia yang jahat dan berbagai rintangan kita menjadi patah semangat.
Kita tidak lagi melihat beban akan jiwa-jiwa yang terhilang sebagai misi Tuhan yang ada di dalam hidup kita.
Kita tidak lagi melihat beban jiwa-jiwa yang seharusnya kita kasihi dan kita gembalakan sama seperti Kristus menggembalakan
domba-domba-Nya.
Mari kita hadapi kehidupan dengan senyuman kasih, yaitu Sukacita Kristus.
2015-05-27 13:45:22
|
598
|
0
| Tags : kasih suka cita kristus |














Commentar